MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Jumat, 10 November 2017 - 20:38:55 WIB

Evrard Wendebaum, Tokoh Penggiat Lingkungan Perancis Berdiskusi di Korpala Unhas

Kategori: Tokoh Diposting oleh : Korpala Unhas - Dibaca: 157 kali



La volition est la cle du changement: Kemauan adalah kunci perubahan
 
Makassar, MapalaPTM.com (11/11) - Kedatangan Evrard Wendenbaum disambut hangat oleh sejumlah anggota KORPALA saat berkunjung ke Mabes KORPALA Unhas. Sebagaimana telah diketahui sebelumnya fokus beliau sebagai seorang Movie maker, fotographer and Explorer yang juga adalah tokoh penggiat kelestarian lingkungan di negeri mode Perancis.
 
Dalam kunjungan kali ini murni untuk berdiskusi dengan anggota KORPALA Unhas terkait kerjasama kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan ke depannya.
 
Perlu diketahui, Evrard Wendenbaum berasal dari negara Perancis, sebagai Presiden sekaligus Founder NGO Naturevolution, merupakan organisasi lingkungan yang bekerja untuk melestarikan dan meningkatkan pengetahuan tentang keanekaragaman hayati.
 
Tepat siang di hari selasa (7/11/2017),  bertandang ke Mabes KORPALA Unhas merupakan yang kesekian kalinya namun momentum saat ini sedikit berbeda dengan rencana adanya agenda “Internal Discussions” yang diadakan oleh pengurus KORPALA Unhas periode tahun 2017. 
 
“Sebenarnya ini agenda Sharing dengan Evrard terkait kegiatan ekspedisi yang pernah dilaksanakan bersama ditahun 2015, yaitu Ekspedisi Matarombeo 2015. Namun kami juga meminta kesediaan beliau berbagi tips and trick dalam pelaksanaan kerjasama ekspedisi internasional” Kata Rambo, sapaan akrab Ketua Umum KORPALA Unhas periode 2017.
 
Sesi diskusi yang menarik bagi anggota KORPALA Unhas untuk terlibat, disamping mendapatkan informasi seputar ekspedisi Matarombeo 2015, juga mengasah skills dalam menggunakan bahasa internasional bahasa inggris. Dibantu oleh Kak Nina salah satu anggota KORPALA Unhas yang menjadi Translater atau penterjemah sehingga diskusi berjalan apik dengan keaktifan peserta diskusi. 
 
Sekitar pukul 13:30 WITA, diskusi pun dibuka oleh pengarah, Kanda Accul salah satu member of KORPALA terlibat langsung dalam kegiatan Matarombeo Trip 2017 yang telah terlaksana bulan oktober lalu bersama tim Perancis. Kegiatan yang dilaksanakan kurang lebih 1 bulan lamanya di kawasan karst Matarombeo dengan banyak item kegiatan kepetualangan didalamnya.
 
Memulai presentasi, Evrard menggugah kami dalam hal pelaksanaan kegiatan ekspedisi yang tidak mengenal musim, juga usaha usaha yang dilakukan untuk mendapatkan sponsor kegiatan dan kerjasama dengan berbagai pihak ahli yang mendukung kesuksesan ekspedisi. Disampaikan olehnya bahwa dalam setahun bisa saja berangkat melakukan ekspedisi beberapa kali, tergantung lokasi, konsep dan estimasi waktu pelaksanaan ekspedisi.
 
“sejak tahun 1999 ekspedisi ke Aconcagua telah di lakukan, kemudian tahun 2000 ke Turki dan Algeria, selanjutnya ke Irlandia pada tahun 2002. Tahun –tahun berikutnya ekspedisi ke India Selatan, Himalaya, Madagaskar, Maroko, Alaska, Pakistan, Greenland. Hanya perjalanan ekspedisi ke Madagaskar yang begitu berkesan, I brought a bicycle, but never riding it because the path is so difficult” begitu tutup Evrard.
 
Berkaitan selama kegiatan Matarombeo Trip Oktober 2017, menurut Evrard ada banyak perubahan signifikan yang terjadi di sekitar gugusan karst Matarombeo sejak 2014 lalu. Pembabatan hutan tanpa pertimbangan bebas dilakukan pengembang karena kepentingan lahan untuk perkebunan dan pertambangan yang sangat meresahkan. 
 
Padahal kita ketahui bersama ketika hutan seenaknya dibabat maka otomatis akan hilang produktifitasnya, menyebabkan rendahnya kualitas oksigen, potensi longsor di daerah lereng juga ketinggian, tercemarnya sumber mata air, terganggunya habitat flora dan fauna, ekosistem yang rusak membuat kehidupan manusia tidak seimbang. Bahkan imbas negative bukan hanya ada di wilayah pembabatan hutan tersebut, ada banyak efek berkelanjutan yang ditimbulkan dan pasti berpengaruh pada  hajat hidup makhluk dimuka bumi. 
 
Pembabatan areal hutan karena perkebunan merica yang kebanyakan di dataran tinggi, kemudian perkebunan kelapa sawit yang merambah kawasan hutan semakin luas, belum lagi tambang nikel yang dikelola sepenuhnya oleh pihak asing. Indikasi menyinggung dari Evrard  sempat terdengar menyoal tambang nikel. Evrard menyatakan : “Kenapa kalian diam saja saat sumber daya alam kalian di eksploitasi oleh asing, perusahaan asing datang ke Negara kalian, memanfaatkan sumber daya alam, mendatangkan pekerja dari Negara mereka sendiri, membawa hasil tambang pulang ke negaranya, kemudian mengolah dan menjual kembali ke kalian di Indonesia ini, padahal itu semua  adalah hak dan punya masyarakat indonesia,.. tutup Evrard.
 
Dilanjutkan pula “Dengan bebas mereka merusak hutan, kemudian membuang limbah tanpa ada upaya mengelola sehingga merusak sumber mata air juga struktur dan komposisi kesuburan tanah”..
 
And you keep silent ???
 
It’s so funny my friends !
 
Satu hal sederhana yang diceritakan Evrard dapat menjadi pesan bagi kita sekalian, ini muncul saat mereka berada di wilayah kepulauan Sombori dan melakukan pembersihan di sepanjang pantai  salah satu pulau yaitu pulau Kokoh. Begitu banyak macam sampah didapatkan sampai Evrard berpesan untuk mengurangi penggunaan bahan plastic baik dari botol minuman, kantongan, bungkus makanan instan dll.
 
Pentingnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan bahan yang berpotensi menjadi sampah sangatlah dibutuhkan untuk mengurangi volume sampah baik wilayah pemukiman atau pinggir pantai. Seluruh pihak berhak mengambil peran untuk meng- Edukasi setiap lapisan masyarakat, begitupun wisatawan yang melakukan kunjungan wisata. Misal : penggunaan gelas/botol plastic air mineral dapat ditekan dengan penggunaan wadah air minum isi ulang. Mulai dari hal –hal kecil namun positif, dan itu dapat dimulai dari saat ini, pada diri sendiri.
 
Viva KORPALA Unhas !
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Humas Korpala Universitas Hasanudin, Makssar -K.126 14 497-
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...


Selengkapnya





Berita Terkait


41 Tahun Gemapala WIGWAM FH Unsri mengadakan Musi River Camp Tingkat Nasional (R4)
Konsisten Menggerakkan Minat Baca, KPA ini Menyambangi lagi Rumah Baca Karya Tani
Meriahkan Kejurnas Orienteering Ke-5 Hiawata FT UMP, Belasan Pilot Akan Penuhi Langit Pagaralam
Sambut Milad ke-21, Mapala HIAWATA FT Universitas Muhammadiyah Palembang gelar Kejurnas Orienteering
Tim Ekspedisi 7SOJ-17 Mapala STIEM Palopo Jejakkan Kaki di Puncak Gunung Tertinggi Jawa Tengah



IP Anda Adalah: 54.156.82.247

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2803545)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (46236)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (40911)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (32885)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30063)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29538)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (29091)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (28779)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (24861)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23666)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (22949)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (20527)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20076)

Menjelang DIKSAR Ke- XXVII, Mapala MENTARI UM Magelang Laksanakan Pra- DIKSAR

IMAPA UNMUL Lakukan Ekspedisi Mulawarman Ke- 13 Di Tahun 2017

Gunung Agung di Bali Meletus Hingga Ketinggian 700 Meter ke Arah Timur Tenggara

Hari Ini Tepat Sebagai Hari Pohon, Masyarakat Indonesia Berikan Ucapan

MAPASURI Mengadakan Penanaman Mangrove Dalam Rangka Memperingati Milad Muhammadiyah ke- 105 M

Jelang Milad ke-X, Mapalamu Luwuk Banggai Sulawesi Tengah Gelar Berbagai Kegiatan

Kerinci, Atap Sumatera Mempesona Berhasil Digapai Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days

Manfaatkan momen Car Free Day, MAPALA UMRI lakukan kegiatan ini

Anggota UPL MPA Unsoed Purwokerto Buka Jalur Pendakian di Gunung Slamet via Penakir

Keluarga Besar Mapala Muhammadiyah Se-Indonesia Ucapkan Selamat Milad Kepada Muhammadiyah Ke-105

Jenasah Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Membusuk, Diperkirakan Meninggal Lebih dari Sebulan

Yogyakarta Siap Gelar Kejurnas Panjat Tebing XVI Untuk Jaring Atlet Potensial

GEMAPALA WIGWAM FH UNSRI sukses adakan kegiatan MUSI RIVER CAMP