MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Sabtu, 11 November 2017 - 08:14:09 WIB

Gladian Nasional Siap Kembali digelar Tahun 2019 di Pagaralam, Sumsel

Kategori: Event Diposting oleh : Tri - Dibaca: 417 kali



Sumsel, MapalaPTM.com (8/11)- Gladian Nasional (GLADNAS) Pecinta Alam seluruh Indonesia adalah forum akbar yang mempertemukan seluruh organisasi pecinta alam di Indonesia. 
 
Di gelar pertama kali oleh Organisasi Penggiat Alam Bebas terkemuka, WANADRI, Tahun 1970 di Citatah Jawa Barat di ikuti sekitar 108 orang mewakili 11 perhimpunan yang ada di Indonesia saat itu.
 
Pada perkembangannya selain sebagai ajang latihan bersama, Gladian Nasional juga berfungsi merumuskan peran dan posisi strategis organisasi pecinta alam di Indonesia.
 
Sebagaimana pula di ketahui, Tahun 1974, saat di gelar Gladnas ke 4 di Ujung Pandang oleh Badan Kerjasama Club Antarmaja pecinta alam se-UjungPandang. Dalam gladian IV yang dihadiri oleh 44 perhimpunan itu lahirlah kesepakatan fenomenal yang menjadi titik acu semua organasasi kepencintaalaman di Indonesia yaitu Kode Etik Pencinta Alam se-Indonesia.
 
Pasca pelaksanaan Gladnas ke 13 di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tanggal 7 – 17 Agustus 2009 juga di lakukan voting untuk melaksanakan Gladnas ke 14 di Provinsi Sumatera Barat. Provinsi Sumbar menyisihkan kandidat yang mengajukan diri menjadi tuan rumah saat itu yaitu Jogyakarta, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Jambi.
 
Terjadwal pelaksanaan Gladnas ke 14 di Sumbar adalah pada 21 - 30 September 2013 di beberapa lokasi yang sudah di tentukan di Sumbar. Namun hingga batas waktu pelaksanaan kegiatan tidak terlaksana hingga tahun-tahun berikutnya. Belum ada informasi resmi yang dapat dikonfirmasi mengenai rencana kegiatan ini dari pihak panitia dikarenakan sudah 4 tahun berlalu.
 
Mengambangnya status Gladnas ke 14 ini mengundang komentar dari generasi muda di Kota Pagaralam, Sumsel. Di temui saat penutupan acara Kejurnas Orienteering ke 5 Mapala Hiawata FT Univ. Muhammadiyah Palembang 3-5 November yang lalu, Arindi, Sekjen  Forum Pecinta Alam Pagaralam (FORPA) menyatakan sekaligus menanyakan status Gladnas tersebut.
 
Arindi, selaku Sekjen FORPA menuturkan, "Saya pribadi, sebagai generasi pecinta alam yang haus ilmu dan pengalaman mendengar dari rekan-rekan pendahulu yang pernah mengikuti Gladnas dan mengambil kesimpulan bahwasannya Gladnas ini potensial sekali untuk memetakan peranan pecinta alam di Indonesia pada era global saat ini". 
 
"Atas dasar itu maka saya merasa jika memang bisa dan diberikan kesempatan, tentunya Sumatera Selatan akan sangat merasa terhormat jika pelaksanaan Gladnas ke 14 bisa di alihkan ke Sumsel, khususnya Kota Pagaralam" ucapnya lagi.
 
"November ini sebelum masa tugas berakhir di Desember, saya berencana akan melakukan koordinasi internal di Forpa, jika kawan-kawan di Pagaralam sepakat, maka akan kami koordinasikan ke organisasi pecinta alam di Sumsel untuk menggarap Gladnas secara gotong royong dan kami, Kota Pagaralam dengan segala potensi alam bebasnya siap menjadi tuan rumah di tahun 2019" tegas Arindi.
 
Capung, salah satu anggota Mapala Mafesripala, Fakultas Ekonomi, Unsri yang pernah mengikuti event Gladnas di Lombok tahun 2009, menyatakan di laman facebook Forpa,  bahwasannya Sumsel siap sejak voting di Lombok jadi jika mandat ini bisa di percayakan ke Sumsel, maka insyallah akan di garap bersama semua elemen pecinta alam di Sumsel.
 
Sementara itu, Jevi, pendiri Mapala Hiawata FT Univ. Muhammadiyah Palembang yang baru selesai menggelar Kejurnas Orienteering ke 5 sekaligus milad ke 21 mengatakan Pagaralam adalah lokasi yang potensial sekali untuk pelaksanaan kegiatan latihan bersama semacam Gladnas.
 
"Budaya, topografi maupun bentang alam sangat membuka peluang Pagaralam, Sumsel menjadi tuan rumah Gladnas yang tertunda sebelumnya. Saya rasa semua organisasi pecinta alam dan instansi di Sumsel akan sangat mampu melaksanakan kegiatan ini, terlebih jika di beri keluangan waktu persiapan. Perkiraan saya 2019 waktu yang tepat, yaitu setelah even Asian Games 2018 di Sumsel" ujar Jevi didampingi rekan Hiawata yang lain.
 
Saat dihubungi pada kamis malam 8 November 2017 melalui aplikasi chat whatsapp, Arindi menyatakan selain berkoordinasi internal, pihaknya sangat mengharapkan bantuan jalur komunikasi untuk proses dan prosedur pengalihan mandat pelaksanaan Gladnas ini ke Sumsel.
 
"Jika ada informasi apapun mengenai Gladnas ini, mohon kiranya rekan semua dapat membagi ke kami. Silakan kirim pesan ke akun Instagram Forpa di @forpabesemah" jelas Arindi.
 
Mudah-mudahan Gladnas sebagai ajang kumpul dan koordinasi bersama seluruh organisasi pecinta alam se Indonesia ini dapat segera terlaksana di 2019.
 
 
 
 
 
Kontributor: Tri @otp2880
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Gemapala BBC Cirebon Siap Gelar Dies Natalis yang Ke-4 tahun pada Hari Kamis, 9 November
Kejuaraan Nasional Orienteering ke-5 Mapala Hiawata Siap diadakan di Kota Pagar Alam
Pendakian Antar Propinsi Sumsel dan Bengkulu, 12 Hari Membelah Hutan Hujan Sumatera di Gunung Patah
Menuju Milad ke 21, Mapala Hiawata FT UMP Gelar Screening Documenter Pendakian Gunung Patah
Mapala Lawalata IPB Bogor Siap Gelar Seminar Ekspedisi Jelajah Negeri dan Kekayaan Pesisir Nusantara



IP Anda Adalah: 54.156.82.247

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2803545)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (46236)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (40911)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (32885)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30063)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29538)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (29091)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (28779)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (24861)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23666)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (22949)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (20527)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20076)

Menjelang DIKSAR Ke- XXVII, Mapala MENTARI UM Magelang Laksanakan Pra- DIKSAR

IMAPA UNMUL Lakukan Ekspedisi Mulawarman Ke- 13 Di Tahun 2017

Gunung Agung di Bali Meletus Hingga Ketinggian 700 Meter ke Arah Timur Tenggara

Hari Ini Tepat Sebagai Hari Pohon, Masyarakat Indonesia Berikan Ucapan

MAPASURI Mengadakan Penanaman Mangrove Dalam Rangka Memperingati Milad Muhammadiyah ke- 105 M

Jelang Milad ke-X, Mapalamu Luwuk Banggai Sulawesi Tengah Gelar Berbagai Kegiatan

Kerinci, Atap Sumatera Mempesona Berhasil Digapai Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days

Manfaatkan momen Car Free Day, MAPALA UMRI lakukan kegiatan ini

Anggota UPL MPA Unsoed Purwokerto Buka Jalur Pendakian di Gunung Slamet via Penakir

Keluarga Besar Mapala Muhammadiyah Se-Indonesia Ucapkan Selamat Milad Kepada Muhammadiyah Ke-105

Jenasah Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Membusuk, Diperkirakan Meninggal Lebih dari Sebulan

Yogyakarta Siap Gelar Kejurnas Panjat Tebing XVI Untuk Jaring Atlet Potensial

GEMAPALA WIGWAM FH UNSRI sukses adakan kegiatan MUSI RIVER CAMP