MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Sabtu, 06 Januari 2018 - 16:08:58 WIB

Pecinta Alam Se-Yogyakarta Kompak Gelar Musyawarah Besar dengan Tema Sinergitas Jogja Untuk Bersama

Kategori: KPA Diposting oleh : Sekber PPA DIY - Dibaca: 942 kali



Yogyakarta, MapalaPTM.com (6/1) - Sejak dahulu, dimulai dari munculnya naturalis Belanda, sudah ada kelompok-kelompok yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup dan konservasi alam. Dari sinilah cikal bakal perkembangan kegiatan kepencintaalaman dimulai.
 
Selain kegiatan tersebut berkembang pula kegiatan pelestarian alam yang mendapat pengaruh cukup besar dari kegiatan kepanduan yang memuat aktivitas olahraga, rekreasi, petualangan, membaca jejak, dan keterampilan lain. Hal tersebut telah menambah muatan materi kepencintaalaman terutama di bagian petualangan.
 
Sekretariat Bersama Perhimpunan Pencinta Alam Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikenal sebagai Sekber PPA DIY merupakan suatu wadah berkumpulnya pencinta alam yang ada di Yogyakarta.
 
Sekber PPA DIY dibentuk pada tanggal 13 April 1977 dengan tujuan untuk mengurangi resiko kecelakaan pendakian gunung.
 
Kala itu organisasi pencinta alam di Yogyakarta sudah cukup banyak namun masih berjalan masing-masing sehingga dengan adanya Sekber PPA DIY diharapkan dapat menjadi sarana untuk saling berkomunikasidan bertukar ilmu kepencintaalaman.
 
Sekber PPA DIY dikoordinir oleh seorang Sekretaris Jenderal (Sekjen) yang dibantu oleh pengurus lainnya untuk menjalankan fungsi komunikasi, koordinasi, dan penyebaran infromasi. Hingga saat ini sudah ada 16 Sekjen yang menjabat.
 
Di bawah Sekber PPA DIY saat ini terdapat satu bidang dan lima komunitas yang mewadahi berbagai kegiatan. Bidang yang dimaksud adalah bidang SAR, sedangkan kelima komunitas di antaranya Arisan Caving Yogyakarta (ACY), Komunitas Panjat Tebing Yogyakarta (KPTY), Pokja Gunung Hutan, Forumnya Arung Jeram Yogyakarta, serta Komunitas Konservasi.
 
Masing-masing komunitas memiliki kegiatan tersendiri dan juga kegiatan yang tergabung menjadi satu di bawah naungan Sekber PPA DIY. Tujuan utama adanya komunitas-komunitas ini adalah untuk mempermudah penyebaran informasi di kalangan pencinta alam dan juga untuk penyamarataan materi.
 
 
Regenerasi Sekber PPA DIY diwujudkan dalam sebuah sidang tertinggi yaitu Musyawarah Besar (Mubes) Sekber PPA DIY Tahun 2018 yang dihelat Jumat-Minggu, 5-7 Januari 2018 di Bumi Perkemahan Ambarbinangun, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.
 
Mengusung tema Sinergitas Jogja untuk Semesta, diharapkan selepas kegiatan ini antar organisasi pencinta alam dapat saling guyub untuk membawa manfaat tak hanya bagi manusia tapi juga kepada alam seisinya.
 
Kegiatan ini dihadiri oleh empat puluh organisasi pencinta alam di Yogyakarta dan juga delegasi dari Forum Komunikasi Keluarga Besar Pencinta Alam Bandung Raya.
 
Selain persidangan, kegiatan Mubes Sekber PPA DIY tahun 2018 ini juga menghadirkan acara Stadium General untuk menggali sejarah pencinta alam di Indonesia dan Sekber PPA DIY.
 
Harapannya peserta bisa lebih memahami makna pencinta alam melalui cerita-cerita dari narasumber antara lain, yaitu Don Hasman yang menyampaikan sejarah pencinta alam Indonesia, Suatmadi dan Zamri Kusaini bercerita tentang sejarah Sekber PPA DIY, Bidang SAR yang disampaikan oleh Edi Hartono, serta narasumber lain yang menceritakan tentang sejarah komunitas dalam Sekber PPA DIY di antaranya Martono Wibisono,Nawa Murtianto, Surya Wijaya, Erlangga Laksmana, Prasetyo Hardi, Usmar Ismail, dan lainnya.
 
Melalui acara tersebut banyak pelajaran yang bisa diambil seperti pentingnya untuk tetap menjaga keselamatan, menjaga kemauan, dan meningkatkan kemampuan.
 
“Melalui cerita yang disampaikan dalam acara ini adalah bagaimana kita bisa menyikapi sebuah perubahan. Harus dapat diambil sisi positifnya. Semoga sekber PPA DIY dapat menjadi role model pecinta alam Indonesia,” harap Usmar Ismail, salah satu narasumber Stadium General yang menceritakan sejarah KPTY.
 
Selain itu juga diharapkan sebagai seorang pencinta alam dapat berkegiatan dengan cara yang pintar. Untuk pintar harus berani mencoba hal baru.
 
 
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Pipit - Matala Biogama, Univ.Gajah Mada Yogyakarta
 
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook.
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com.
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...
 





Berita Terkait


Pagar Sepanjang 100m Melingkar di Bibir Kawah Gunung Ciremai untuk Melindungi Pendaki Pemula
Mahasiswi Cantik Penggiat Alam Bebas asal Jogja Mengidamkan Pendaki Tangguh dan Bertanggung Jawab
Nongki-Nongki Bersama di Posko Mapala UMY Jogja Saat Mengawali Hari Pertama Tahun 2018
Pemerintah Nepal Melarang Pendakian Solo di Gunung Everest
Aku Tunggu di Tugu Jogja



IP Anda Adalah: 54.198.78.121

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2853058)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47039)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (43962)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33732)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (32003)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30865)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30188)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30182)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25654)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (25543)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24361)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22094)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20825)

Pecinta alam sebagai ekskul pembentukan karakter, Anies dukung eksistensi Sispala Jakarta

Peringati Hari Bumi, SEKBER PPA DIY Usung Tema Jogja Darurat Ruang Terbuka Hijau

Aksi Hari Bumi Pecinta Alam Bandung Raya

Mahasiswa asal Mataram Meninggal Saat Melakukan Pendakian di Gunung Rinjani

Siap Jadi Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia, Dua Putri asal Bandung Tiba di Basecamp Everest

Atlet Metala UMS Raih Juara di Lomba Orienteering Aldakawanaseta Udinus Semarang

Fenomena Alam yang Tidak Biasa, Lapisan Es Muncul di Puncak Gunung Semeru

Pecinta Alam se-Yogyakarta Kompak Menggelar Latihan Bersama Navigasi Darat di Gunung Merapi

GLADIAN NASIONAL XIV Sumatera Barat Akan Dibuka Secara Resmi Oleh Presiden RI Oktober Mendatang

UPL MPA Unsoed Laksanakan Praktek Simulasi I Untuk Calon Atlet Ekspedisi Soedirman VII

Mabim LH Mapala Mahesa Observasi TPA Rawa Kucing

7 Hari Pencarian di Gunung Merbabu, Pendaki Slovakia Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Kalimenek

Dua Srikandi Indonesia Tiba di Nepal, Siap Bergerak Untuk Proses Aklimatisasi Menuju Everest