MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Minggu, 04 Februari 2018 - 18:56:13 WIB

Pendaki yang Hilang di Gunung Raung Telah ditemukan Meninggal di Puncak Tusuk Gigi

Kategori: Pendaki Diposting oleh : Karina - Dibaca: 5690 kali



Banyuwangi, MapalaPTM.com (4/2) - Pencarian pendaki Gunung Raung, Banyuwangi yang hilang akhirnya berakhir. Korban ditemukan, namun dalam keadaan meninggal dunia.
 
Zaki Putra Andika (22) ditemukan sudah tak bernyawa di sekitar Puncak Tusuk Gigi atau sebelum puncak sejati di gunung yang memiliki tinggi 3.344 meter dipermukaan air laut (mdpl) ini. 
 
"Alhamdulillah sudah ditemukan. Tim dari Basarnas, TRC BPBD dan relawan dari desa setempat yang menemukan," ujar AKP Jabar, Kapolsek Kalibaru, Banyuwangi kepada detikcom, via seluler, Minggu (4/2/2018).
 
Jenazah Zaki ditemukan sekitar pukul 12.49 Wib. Relawan dari desa setempat, Arief dan Acong berputar di sekitar puncak Tusuk Gigi. Saat itu kemudian, melihat sesosok tubuh tergeletak tepat di bawah Puncak Tusuk Gigi. "Diduga tergelincir," tambah Kapolsek Jabar. 
 
Saat ini, jenazah Zaki belum bisa dievakuasi. Karena saat ini, kondisi cuaca di atas Gunung Raung diterpa badai. "Saat ini masih belum bisa diturunkan karena badai di atas. Kemungkinan besok pagi baru bisa diturunkan janazahnya," tambahnya.
 
Pihak kepolisian saat ini sudah menyiapkan Puskesmas Kalibaru untuk lokasi visum jenazah Zaki. "Ini antisipasi saja. Kami juga harus melakukan visum terkait jenazah ini," pungkasnya.
 
Sebelumnya, Zaki dinyatakan hilang sejak Kamis (1/2/2 018) siang pukul 13.15 WIB setelah terpisah dengan rekannya, Mohamad Sholahudin Qoyim (22) saat melakukan pendakian di Gunung Raung, melalui Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Zaki Putra Andika (22), pendaki asal Sedayu, Brondong, Lamongan ini diduga tersesat saat akan menuju puncak Gunung Raung. 
 
Hilangnya pendaki Gunung Raung ini, kata Jabar, diketahui dari laporan Pj Kades Kalibaru Wetan kepada pihak kepolisian.
 
Namun, menurut Eka Muharam selaku Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi saat dihubungi Kompas.com, jenazah belum bisa dievakuasi karena terkendala hujan deras.
 
Jika tidak ada kendala, jenazah akan tiba dibasecamp Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, pada Minggu tengah malam. "Sudah ada tim yang akan menjemput ke atas. Jika tidak ada halangan, sekitar tengah malam sudah sampai pos. Kondisi hujan dan badai di atas sehingga evakasi terhambat," ujarnya.
 
Eka masih belum mengetahui detail penyebab korban meninggal  karena masih harus dilakukan pemeriksaan oleh tim medis. "Nanti jika sudah sampai pos akan kami bawa ke puskesmas Kalibaru dan kami serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Rencana memang akan langsung dibawa ke rumah duka di Lamongan," katanya.
 
Sebelumnya, Zaki bersama kedua rekannya, Mohamad Sholahudin Qoyim (22) dan Mohammad Bayu Alfarizi (19), menginap di basecamp Dusun Wonorejopada Senin (29/1/2018) sore, dan mendaki dari pos 1 pada Selasa (30/1/2018) pagi.
 
Bayu Alfarizi turun bersama pendaki asal Malaysia pada 1 Februari 2018. Dia memilih tidak melanjutkan pendakian karena kondisinya lemah.
 
Zaki dan Sholahudin Qoyim tetap melanjutkan pendakian ke puncak Sejati.
 
Selanjutnya, Sholahudin Qoyim ditemukan dalam keadaan selamat di pos 7 pada Kamis sekitar pukul 11 malam dan langsung dievakuasi ke basecamp Dusun Wonorejo.
 
Sholahudin Qoyim, kepada sejumlah wartawan, bercerita bahwa dia berpisah dengan Zaki di bawah puncak tusuk sate pada Kamis siang sekitar 13.15 WIB saat menuju perjalanan puncak Sejati Gunung Raung.
 
Saat itu, Zaki berbelok kekiri. Padahal, menurut Sholahudin, jalan yang dipilih Zaki tanahnya gerak dan batunya kecil-kecil.
 
"Menurut saya, yang benar itu belok kanan, tapi dia memilih belok kiri. Sejak saat itu saya berpisah dengannya. Kondisinya saat itu hujan badai," ujarnya.
 
Sholahudin mengaku sempat mencari rekannya, tetapi hanya menemukan sendal Zaki. Dia memutuskan turun ke pos tujuh karena tidak membawa ransum dan perbekalan untuk bertahan d iatas.
 
"Makanan kami habis," ujarnya.
 
Mereka bertiga sempat dilarang melanjutkan pendakian oleh warga sekitar. Pasalnya, selain mereka tidak didampingi pemandu, warga menilai perbekalan dan perlengkapan yang mereka bawa tidak memadai.
 
Sebanyak 80 personel yang tergabung dalam Tim SAR Terpadu kemudian melakukan pencarian Zaki. Tim yang dikomando Koordinator Pos Siaga SAR Ketapang ini terdiri dari Basarnas, potensi SAR, relawan penanggulangan bencana, mahasiswa pencinta alam, dan kelompok pemandu pendakian.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook : MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Tim Rescue Berhasil Selamatkan Seorang Pendaki di Gunung Paling Mematikan, Nanga Parbat
Berpisah dengan Rombongan Pendakian, Tiga Pendaki Hilang di Gunung Bawakaraeng
Tim SAR Berhasil Evakuasi Pendaki Tersesat di Jalur Pendakian Gunung Sindoro via Sigedang
Empat Pendaki Tersesat di Jalur Pendakian Gunung Sindoro via Sigedang Akibat Kabut Tebal
Hobby Mendaki Gunung, Mahasiswi Cantik Asal Jogja Siap Taaruf Mencari Calon Imam



IP Anda Adalah: 54.196.42.8

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2882397)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47410)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (45210)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (34149)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (34058)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (31247)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30733)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30504)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (26944)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (26243)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24677)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22952)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (21200)

Sukses Gelar Try Out 1 Tim Ekspedisi Soedirman Semakin Dekat Dengan Pendakian Ke Aconcagua

Persiapan menuju Astacala Telkom University Expedition (ATEX) 2018

TARANTULA ADVENTURE Adakan Pengabdian Masyarakat di Jembatan Edukasi Siluk

Mapala Satria UM Purwokerto Siap Gelar Kompetisi Panjat Dinding Se-Jawa Bali Sumatra 2018

Buka Bersama dan Talkshow "Kompetensi dan Sertifikasi dalam Bidang Pecinta Alam"

GEMAPALA BBC Cirebon Akan Menggelar Festival Ramadhan 2018

GUNUNG BUKAN MILIK KALANGAN DAN GOLONGAN.

Derita Para Petani Salingka Gunung Talang Terkait Konflik Mega Proyek PLTPB Geothermal

Dua Srikandi Gapai Puncak Gunung Tertinggi Dunia di Everest, Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia

Predator Sebagai Penunjang Ekosistem

Jelang Ramadhan, PMPA KOMPOS FP UNS Gelar Donor Darah

Indofest 2018 Jakarta Telah Mulai Dibuka, Pagelaran Festival Outdoor Terbesar di Indonesia

Tim Putri Indonesia asal Mahitala Unpar Bandung Menunggu Waktu Menuju Puncak Everest