MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Rabu, 18 April 2018 - 11:47:03 WIB

Fenomena Alam yang Tidak Biasa, Lapisan Es Muncul di Puncak Gunung Semeru

Kategori: Berita Diposting oleh : Karina - Dibaca: 735 kali



Mahameru, MapalaPTM.com (18/4) - Fenomena tidak biasa terjadi di jalur menuju puncak Gunung Semeru atau biasa disebut Mahameru. Lapisan es muncul di beberapa titik bebatuan di jalur pendakian Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Ketebalan es mencapai 2 cm.
 
Fenomena alam ini membuat heboh di media sosial. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) pun mencuitkannya melalui akun Twitter resmi mereka.
 
 
Kementerian LHK mengungkapkan kejadian tersebut belum pernah dijumpai di lokasi karena biasanya lapisan es hanya dijumpai di Ranu Kumbolo dan Oro-oro ombo.
 
Melalui tagar #fenomenaalam #gunungsemeru Kepala Resort Ranupani SPTN III BBTN Bromo Tengger Semeru, Agung Siswoyo, mengungkapkan betapa takjubnya ia akan fenomena tersebut. "Selama saya bekerja di TN Bromo Tengger Semeru belum pernah menjumpai fenomena ini, padahal sekarang masih di musim pancaroba, karena kejadian lapisan es biasanya terjadi di musim panas sekitar bulan Agustus," ungkapnya.
 
Sahabat Volunteer Semeru alias SAVER mengunggah foto gumpalan es yang ditemukan di puncak Gunung Semeru melalui platform berbagi gambar Instagram. Lewat akun @saverindo, gumpalan seperti bunga-bunga es tampak di sepanjang jalur pendakian menuju puncak Mahameru.
 
 
Sejumlah pendaki mendapati salju di jalur pendakian pada subuh, sekitar pukul 05.30 WIB. Salju ditemukan di sejumlah titik di blok puncak bayangan, beberapa meter sebelum menggapai Puncak Mahameru dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).
 
Penampakan salju menyerupai jejak para pendaki. Menggumpal dan tersebar di bebatuan kerikil. Hal ini terkait dengan lokasi ditemukannya salju sudah berada di atas batas vegetasi, bahkan sudah mendekati puncak.
 
Polisi Hutan (Polhut) pada Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Susion, memperkirakan cuaca saat itu mencapai 0 derajat atau bahkan minus sehingga memunculkan salju. "Biasanya kalau musim kemarau dan kering muncul di beberapa titik frozen (salju) itu," katanya kepada Kompas.com (12/4).
 
Menurut ahli geologi, Rovicky Dwi Putrohari, apa yang dilihat para pendaki Gunung Semeru itu adalah air embun yang membeku, bukan salju yang turun dari pembekuan uap air. "Salju itu merupakan air yang membeku karena adanya penurunan suhu yang cukup besar. Akan tetapi, air yang membeku di Semeru itu bukan salju yang sering terjadi di daerah dengan empat musim," kata Rovicky dikutip dari Kompas.com (13/4).
 
Rovicky mengatakan, penurunan suhu ekstrem di puncak Mahameru memang bisa menyebabkan air embun membeku. Suhu ekstrem tersebut biasanya terjadi menjelang matahari terbit. "Suhu yang sangat dingin di jam-jam tersebut akan mampu membuat air membeku, dan lebih tepatnya disebut embun yang membeku, bukan salju," katanya.
 
"Para wisawatan di Bromo pasti juga merasakan turunnya suhu saat menjelang matahari terbit. Namun, turunnya suhu ini tidak lebih rendah dari turunnya suhu di Mahameru, karena elevasi Mahameru lebih tinggi dari Bromo."
 
Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa. Karena itu, gunung ini menjadi primadona kaum pendaki sebab memberikan panorama yang memanjakan indera penglihatan.
 
Sepanjang jalur pendakian sebelum mencapai Mahameru, para pendaki akan dimanjakan dengan keindahan lanskap alam, seperti titik Danau Ranu Kumbolo, Savana Oro-oro Ombo, dan Kalimati. Di bagian puncak, pendaki akan menyaksikan keunikan kawah Jonggring Saloko yang populer. Kawah ini kerap menyemburkan material vulkanik.
 
Gunung Semeru tidak sepanjang tahun dibuka untuk aktivitas pendakian. Dalam kurun waktu tertentu, pendakian ditutup guna perbaikan jalur pendakian atau ketika cuaca sedang tidak bersahabat.
 
Mengingat ditemukannya es di jalur pendakian, pihak TNBTS mengingatkan pendaki untuk sementara ini tidak nekat naik ke Mahameru. Pendaki hanya dibatasi sampai di Pos Kalimati, pos terakhir sebelum menuju puncak.
 
"Fenomena adanya lapisan es menuju Mahameru menunjukkan bahwa cuaca di puncak Gunung Semeru masih ekstrem, sehingga kami imbau pendaki tidak nekat ke sana demi kenyamanan dan keselamatan para pendaki," kata Agung Siswoyo, kepada Republika.co.id (13/4).
 
 
 
 
 
 
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook : MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


7 Hari Pencarian di Gunung Merbabu, Pendaki Slovakia Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Kalimenek
Dua Srikandi Indonesia Tiba di Nepal, Siap Bergerak Untuk Proses Aklimatisasi Menuju Everest
Diduga Punya Empat Paspor, Pencarian Selama 6 Hari Pendaki Hilang di Gunung Merbabu Masih Nihil
Ditutup Selama Tiga Bulan, Jalur Pendakian Gunung Semeru Mulai Dibuka per 4 April 2018
Menuju Atap Dunia: Everest, 2 Putri asal Bandung Siap Jadi Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia



IP Anda Adalah: 54.224.255.17

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2870074)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47229)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (44573)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33937)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (32864)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (31035)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30426)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30348)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (26231)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25970)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24530)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22543)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (21009)

Buka Bersama dan Talkshow "Kompetensi dan Sertifikasi dalam Bidang Pecinta Alam"

GEMAPALA BBC Cirebon Akan Menggelar Festival Ramadhan 2018

GUNUNG BUKAN MILIK KALANGAN DAN GOLONGAN.

Derita Para Petani Salingka Gunung Talang Terkait Konflik Mega Proyek PLTPB Geothermal

Dua Srikandi Gapai Puncak Gunung Tertinggi Dunia di Everest, Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia

Predator Sebagai Penunjang Ekosistem

Jelang Ramadhan, PMPA KOMPOS FP UNS Gelar Donor Darah

Indofest 2018 Jakarta Telah Mulai Dibuka, Pagelaran Festival Outdoor Terbesar di Indonesia

Tim Putri Indonesia asal Mahitala Unpar Bandung Menunggu Waktu Menuju Puncak Everest

Para Pendaki Gunung Alpen Swiss Meninggal Dunia Akibat Terjebak Cuaca Buruk

Mapala Satria UMP Siap Gelar Talk Show Dampak Mega Proyek PLTPB Terhadap Hutan Lindung Gunung Slamet

Pemutaran Film dan Diskusi Asimteris Dalam Rangka Memperingati Hari Bumi Se-Dunia

End Plastic Pollution, Tema Peringatan Hari Bumi Se-Dunia