MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Minggu, 22 April 2018 - 18:59:06 WIB

Aksi Hari Bumi Pecinta Alam Bandung Raya

Kategori: Konservasi Diposting oleh : Ahmad Dede - Dibaca: 605 kali



Bandung, MapalaPTM.com (22/4) - Menyikapi Bencana ekologis di wilayah Kota Bandung. Minggu, 22 April 2018 gabungan Pecinta Alam Bandung Raya dengan masyarakat Cimenyan Kabupaten Bandung melaksanakan aksi penanaman pohon pada wilayah-wilayah hulu.
 
Bencana Ekologis yang terjadi, akhir-akhir ini memasuki fase kritis. Contohnya persoalan lingkungan yang terkait dengan masalah banjir. Titik-titik banjir terus berkembang dan meluas ke wilayah-wilayah padat pemukiman yang nyaris tidak terprediksi sebelumnya akan mengalami hantaman banjir yang cukup besar. 
 
Misalnya, yang terjadi di wilayah Pasteur pada oktober 2016 yang lalu, dimana banjir bandang setinggi 160 cm bukan saja merendam ribuan rumah tapi merubah jalanan seperti, “aliran sungai dadakan” yang cukup deras yang bahkan mampu menyeret kendaraan roda empat dan menyebabkan ratusan kendaraan rusak berat. 
 
Belum lagi persoalan yang dihadapi warga sekitar terkait dampak bencana tersebut yang bukan saja memutus akses perekonomian tetapi melumpuhkan berbagai aktivitas masyarakat untuk beberapa saat.
 
Demikian pula yang terjadi di wilayah Cicaheum pada 20 maret 2018. Banjir bandang dengan ketinggian sekitar 50 cm juga berdampak nyaris sama dengan yang terjadi di wilayah Pasteur pada 2016 lalu. 
 
Banjir yang terjadi di Cicaheum pada tahun-tahun sebelumnya bisa dikatakan “relatif aman” dengan ketinggian genangan banjir seukuran mata kaki tidak berdampak terhadap lumpuhnya aktivitas masyarakat sekitar dan tidak mengganggu akses perekonomian warga Bandung pada umumnya. 
 
Persoalan seperti yang terjadi di wilayah Pasteur dan Cicaheum pada saat ini hanyalah contoh kecil dari sekian banyak masalah banjir di Kota Bandung dengan titik-titik rawan yang terus bertambah dan perluasan masalah pada wilayah-wilayah langganan banjir.
 
Banjir yang dirasakan saat ini membuka tabir masalah dari hulu ke hilir. Pada bagian kota pengendapan sampah dan lumpur menyebabkan saluran-saluran air sudah tidak mampu lagi menampung dan mengalirkan air saat hujan deras datang. 
 
Masalah ini diikuti oleh rendahnya kesadaran lingkungan hidup ditingkat masyarakat dan pengembang (Pembangunan Kota dan Perumahan).
 
Sementara pada persoalan hulu, berdasarkan SK Gubernur nomor. 181 Tahun 1982 telah menetapkan wilayah Bandung Utara sebagai Hutan Lindung, Pertanian Tanaman Keras dan Pertanian Non Tanaman Keras. 
 
Kebijakan ini ditetapkan tidak lain untuk menjaga daerah resapan air agar tidak berdampak banjir ke wilayah-wilayah yang disangganya. Namun demikian, nampaknya penetapan kawasan Bandung Utara sebagai daerah resapan tersebut tidak berjalan sesuai harapan. 
 
Hal ini dibuktikan dengan makin banyaknya masalah banjir di Kota Bandung dan juga hasil pedataan Badan Lingkungan Hidup dan Pengurangan Resiko Bencana Forum Komunikasi Keluarga Besar Pecinta Alam Bandung Raya (BLH & PRB FK-KBPA-BR) ke wilayah-wilayah hulu di sekitar Bandung Utara belum lama ini.
 
Terkait persoalan ini, menyikapi kejadian banjir Cicaheum, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Badan LH & PRB FK-KBPA-BR, terdapat beberapa titik rawan yang perlu penanganan segera.
 
Sebagai tahap awal dari upaya penyelamatan lingkungan hidup (terutama terkait dengan masalah banjir),maka di hari bumi Minggu, 22 April 2018 gabungan Pecinta Alam Bandung Raya dengan masyarakat Cimenyan Kabupaten Bandung melaksanakan aksi penanaman pohon pada wilayah-wilayah hulu dengan harapan menjadi pemicu potensi-potensi terkait, baik dari kalangan pemerintah, swasta dan masyarakat untuk membentuk sinergi dalam membangun kesadaran lingkungan dan mengembangkan aksi-aksi sejenis yang berkelajutan dan terpadu.
 
Tujuan lain dari program yang dijalankan oleh Badan LH & PRB adalah untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan, hidrologi dan pemetaan secara parsial di kawasan hulu, evaluasi kesesuaian pemanfaatan sebagai bentuk pengurangan resiko bencana di kawasan hulu, dan kajian mengenai kerugian dari kerusakan secara ekonomi, sosial dan lingkungan. 
 
Sementara program penghijauan di wilayah Bandung Utara yang dilaksanakan gabungan Pecinta Alam Bandung Raya dengan warga Cimenyan dengan menanam 1500 bibit pohon pada dasarnya belum proposional jika melihat wilayah Bandung Utara seluas 42.315,32 hektar, dimana 70 persennya adalah wilayah resapan. 
 
Namun bukan persoalan banyaknya bibit pohon yang ditanam melainkan program tersebut dapat berlanjut dengan melibatkan berbagai pihak berkepentingan, terutama masyarakat yang bersentuhan langsung dengan objek rawan bencana. Selain itu, program Badan LH & PRB FK-KBPA-BR ini diharapkan menjadi sampling untuk penelitian dan aksi lanjutan oleh berbagai potensi terkait.
 
 
 
 
 
 
Kontributor: 
1.Humas FK-KBPA-BR Archam Hartanto Dondo (MAPALIGI-UNIKOM)
2.Kepala Badan LH & PRB FK-KBPA-BR Ine Atmosfer S.Pt., M.Si (UKL-FAPET UNPAD)
3.Ketua Pelaksana Aksi Serentak Penanaman Pohon Ramdhan Ulum (FAPERTA-UNBAR)

Editor: Diah Aryati - Madawirna UNY
 
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook: MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
 
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...
 





Berita Terkait


Sosialisasi dan Praktek Pembuatan Biopori di SD Negeri Katelan 3, Tangen, Sragen
Selamat Hari Air Se-Dunia: Pentingnya Air Bagi Kehidupan Makhluk Hidup
Selamat Hari Hutan Se-Dunia: Deforestasi dan Degradasi Hutan di Indonesia
Debit Air Cisadane Meluap, Banjir Kiriman Mengancam Bibit Mangrove di Tanjung Burung
Menjelajah Nusantara dengan Bersepeda, Maahir Abdulah Akan Mendaki 7 Gunung Tertinggi Indonesia



IP Anda Adalah: 54.196.42.8

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2882397)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47410)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (45210)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (34149)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (34058)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (31247)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30733)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30504)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (26944)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (26243)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24677)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22952)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (21200)

Sukses Gelar Try Out 1 Tim Ekspedisi Soedirman Semakin Dekat Dengan Pendakian Ke Aconcagua

Persiapan menuju Astacala Telkom University Expedition (ATEX) 2018

TARANTULA ADVENTURE Adakan Pengabdian Masyarakat di Jembatan Edukasi Siluk

Mapala Satria UM Purwokerto Siap Gelar Kompetisi Panjat Dinding Se-Jawa Bali Sumatra 2018

Buka Bersama dan Talkshow "Kompetensi dan Sertifikasi dalam Bidang Pecinta Alam"

GEMAPALA BBC Cirebon Akan Menggelar Festival Ramadhan 2018

GUNUNG BUKAN MILIK KALANGAN DAN GOLONGAN.

Derita Para Petani Salingka Gunung Talang Terkait Konflik Mega Proyek PLTPB Geothermal

Dua Srikandi Gapai Puncak Gunung Tertinggi Dunia di Everest, Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia

Predator Sebagai Penunjang Ekosistem

Jelang Ramadhan, PMPA KOMPOS FP UNS Gelar Donor Darah

Indofest 2018 Jakarta Telah Mulai Dibuka, Pagelaran Festival Outdoor Terbesar di Indonesia

Tim Putri Indonesia asal Mahitala Unpar Bandung Menunggu Waktu Menuju Puncak Everest