MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Kamis, 26 April 2018 - 00:38:30 WIB

End Plastic Pollution, Tema Peringatan Hari Bumi Se-Dunia

Kategori: Lingkungan Diposting oleh : PMPA KOMPOS FP UNS - Dibaca: 590 kali



Surakarta, MapalaPTM.com (22/4) – Hari Bumi diperingati setiap tahun oleh berbagai organisasi peduli lingkungan hidup di dunia ini pertama kali di selenggarakan pada tanggal 22 April tahun 1970 di Amerika Serikat. Penggagas Hari Bumi adalah Gaylord Anton Nelson yang merupakan seorang senator Amerika Serikat yang berasal dari Wincostin.

Peringatan yang sudah berjalan hampir 50 tahun ini membuktikan bahwa semakin banyaknya orang yang peduli akan keadaan bumi akhir – akhir ini. Kepedulian ini timbul setelah banyak kejadian yang membuat bumi kita ‘sakit’. Sudah selayaknya bagi kita yang hidup di bumi untuk membuka mata dan mulai mendengarkan keluh kesah bumi kita yang ‘sakit’ dan mencoba untuk meng’obat’inya.

Peringatan Hari Bumi sedunia tahun 2018 ini memiliki tema “End Plastic Pollution” atau terjemahannya “Akhiri Polusi Plastik”. Tema ini sangat relevan dengan keadaan sampah plastik yang sangat banyak dan mencemari lingkungan dunia. Studi yang dimuat dalam jurnal ilmiah Sceintific Reports menyebutkan bahwa sampah berakumulasi di lima area di lima samudera dan area terbesar ada di antara Hawaii dan California. Sampah plastik ini dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan jumlah.

Di Indonesia, fakta yang sangat mencengangkan adalah berdasarkan data Jambeck (2015), Indonesia merupakan peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai 187,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton. Fakta ini sangatlah ironis karena jumlah laut Indonesia yang sangat luas akan tetapi juga banyak menghasilkan sampah plastik.

Berdasarkan fakta ini seharusnya kita sebagai salah satu komponen masyarakat Indonesia harus mananggapi masalah ini dengan serius. Berita tentang penyelam Inggris yang menyelam diantara sampah plastik di Nusa Penida, berita tentang banyaknya sampah plastik di Gunung Rinjani dan gunung – gunung lain di Indonesia dan masih banyak lagi masalah sampah plastik yang membuat kerugian. Hal ini semua merupakan sebuah ironi yang sangat seharusnya bisa kita hindari.

Melihat dari berbagai kerusakan bumi yang disebabkan oleh sampah plastik, kita bisa memulai dari sebuah pikiran dasar bahwa bumi merupakan tempat tinggal semua makhluk hidup, baik manusia, tumbuhan dan hewan.

Apabila bumi rusak, apa kabar nasib penghuninya? Apa kabar nasib kita? Masih hidup ataupun ikut rusak kah? Setidaknya kita juga bisa berpikir, kalau bumi rusak pasti kehidupan makhluk di dalamnya juga pasti berantakan, bukan? Fakta bahwa sampah plastik membutuhkan waktu 500 – 1000 tahun untuk terjadi penguraian sudah seharusnya menjadi tohokan keras untuk kita semua dan apabila tidak ada tindakan yang serius tentang masalah sampah plastik ini, sudah bisa dibayangkan bentuk bumi dalam 500 tahun yang akan datang akan seperti apa, mungkin cicit kita bisa hidup diatas tumpukan sampah.

Melihat dari faktanya yang seperti itu, sudah selayaknya kita sebagai makhluk yang punya akal bisa menjaga tempat hidup kita ini tetap aman untuk di tinggali. Aksi kecil yang bisa kita lakukan adalah mulailah membuang sampah plastik tidak di sungai, perairan, laut ataupun sembarangan di tanah.

Mulailah memilah antara sampah plastik dengan sampah organik karena waktu penguraiannya yang berbeda. Penimbunan sampah organik dan non organik bisa mengakibatkan terkumpulnya gas Methan yang bisa menyebabkan ledakan seperti di TPA Leuwigajah, Bandung pada 2005 silam.  

Sudah selayaknya kita bertindak bijak terhadap masalah sampah plastik yang semakin hari semakin banyak. Karena semua yang kita lakukan hari ini, berdampak pada apa yang akan anak cucu kita terima di kelak kemudian hari.

Salam Lestari !!

 

 

Kontributor : Halimah (K-543) Sie Lingkungan Hidup

Editor : Herlina Tri Kumalasari (K-561)

 

-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook : MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com
 
#Apabila ada teman-teman yang ingin kejuaraan panjat dinding-nya kita tayangkan di halaman MapalaPTM.com, diharapkan mengirimkan dalam bentuk artikle berita + famplet berbentuk landscape untuk judul beritanya.
 
Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Pecinta Alam Sebagai Ekskul Pembentukan Karakter, Anies Dukung Eksistensi Sispala Jakarta
Peringati Hari Bumi, SEKBER PPA DIY Usung Tema Jogja Darurat Ruang Terbuka Hijau
Atlet Metala UMS Raih Juara di Lomba Orienteering Aldakawanaseta Udinus Semarang
Pecinta Alam se-Yogyakarta Kompak Menggelar Latihan Bersama Navigasi Darat di Gunung Merapi
UPL MPA Unsoed Laksanakan Praktek Simulasi I Untuk Calon Atlet Ekspedisi Soedirman VII



IP Anda Adalah: 54.196.42.8

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2882397)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47410)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (45210)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (34149)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (34058)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (31247)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30733)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30504)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (26944)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (26243)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24677)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22952)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (21200)

Sukses Gelar Try Out 1 Tim Ekspedisi Soedirman Semakin Dekat Dengan Pendakian Ke Aconcagua

Persiapan menuju Astacala Telkom University Expedition (ATEX) 2018

TARANTULA ADVENTURE Adakan Pengabdian Masyarakat di Jembatan Edukasi Siluk

Mapala Satria UM Purwokerto Siap Gelar Kompetisi Panjat Dinding Se-Jawa Bali Sumatra 2018

Buka Bersama dan Talkshow "Kompetensi dan Sertifikasi dalam Bidang Pecinta Alam"

GEMAPALA BBC Cirebon Akan Menggelar Festival Ramadhan 2018

GUNUNG BUKAN MILIK KALANGAN DAN GOLONGAN.

Derita Para Petani Salingka Gunung Talang Terkait Konflik Mega Proyek PLTPB Geothermal

Dua Srikandi Gapai Puncak Gunung Tertinggi Dunia di Everest, Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia

Predator Sebagai Penunjang Ekosistem

Jelang Ramadhan, PMPA KOMPOS FP UNS Gelar Donor Darah

Indofest 2018 Jakarta Telah Mulai Dibuka, Pagelaran Festival Outdoor Terbesar di Indonesia

Tim Putri Indonesia asal Mahitala Unpar Bandung Menunggu Waktu Menuju Puncak Everest