MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Kamis, 24 Mei 2018 - 11:02:29 WIB

GUNUNG BUKAN MILIK KALANGAN DAN GOLONGAN.

Kategori: Opini Diposting oleh : Ingus - Dibaca: 280 kali



Mendaki gunung saat ini tengah hits di semua kalangan dan golongan. Bukan  hanya pecinta alam saja yang mendaki gunung, namun banyak juga orang-orang kalangan umum semakin sering mendaki gunung disela-sela waktu senggangnya.

Lalu munculah banyak statement bahwa di era sekarang ini banyak pendakian gunung yang hanya menjadikan gunung sebagai bahan popularitas selfie, sehingga dikit-dikit dikaitan dengan perusakan alam. Karena foto yang di unggah di sosial media berpotensi besar mengundang massa untuk  berbondong-bondong  mendatangi tempat tersebut, semakin banyak dikunjungi maka semakin banyak pula dampak yang terjadi yaitu tumpukan sampah bertebaran dimana-mana bahkan vandalisme yang semakin menjadi-jadi.

Lalu apakah kita harus menyalahkan generasi selvie atas kerusakan alam tersebut? Mungkin kita harus merubah persepsi dan stigma terlebih dahulu, kita hidup di era digitalisasi, lebih tepatnya masa dimana globalisasi tengah memuncak di bidang teknologi. Sangatlah konyol jika kita harus menentang generasi selfie untuk mendaki gunung. Saya rasa hampir semua yang mendaki gunung pasti ingin mengabadikan momentnya di gunung, entah itu hanya selfie, foto bersama ataupun vlog. Apakah cukup ketika mendaki gunung manusia hanya mengabadikan dengan mata telanjang saja di era digitalisasi seperti ini?

Namun tetap saja banyak orang yang beranggapan, gunung tidak lebih dari studio foto, pemuas axistensi media sosial. lalu apa salahnya ketika mendaki gunung mengabadikan moment sebanyak-banyaknya?

Pecinta alam  berprinsip :
"tidak mengambil apapun kecuali gambar, tidak meninggalkan apapun kecuali jejak kaki, dan tidak membunuh apapun kecuali waktu"

Tidak ada larangan ketika mendaki gunung mengambil gambar, selain itu  management perjalanan juga mewajibkan untuk dokumentasikan perjalanan, hal ini juga sangat penting untuk merekam berjalannya kegiatan.

Banyak orang yang mendaki gunung  selfie selfian digunung namun sangat peduli dengan sampah, bahkan juga pernah menemui orang2 BERpakaian PDH  meninggalkan sampahnya di gunung. sebenarnya smua tergantung individunya dan juga edukasi yg pernah merka dapatkan. Jadi apakah pantas yang di salahkan atas kerusakan alam hanya generasi pendaki-pendaki selfie, sedangkan hampir semua yang mendaki di gunung juga melakukan selfie?

Tidak sedikit dewasa ini " pecinta alam" kian hari kian congkak dan berfikir bahwa gunung adalah milik merka, dan ketika orang lain diluar dari istilah  "pecinta alam" mendaki gunung dianggap  perusak.

Berhentilah menghakimi pendaki lainnya , seolah2 yg cocok mendaki hanyalah orang-orang "pecinta alam saja" , yang paling boleh mendaki kalangan "pecinta alam"saja, dan yang paling pantas mendaki adalah bagian dari" pecinta alam" saja . Sungguh tidak benar!! Kadang tidak perlu seperti itu.

Hak setiap orang untuk explore dan menikmati alam yg Tuhan beri dan suguhkam. Semua manusia boleh melakukan pendakian tanpa ada batasan kalangan dan golongan. Di mata Tuhan semua sama, entah apa warna benderanya, entah seperti apa bentuk lambangnya bahkan yang tidak membawa bendera dan lambang pun adalah sama. Sama-sama boleh menikmati indahnya alam yang Tuhan ciptakan.

Mulailah berfikir sedikit luas, tidak perlu membatasi diri antara "pecinta alam" dan pendaki pada umumnya. Akankah lebih bagus jika bisa berdampingan dan saling melengkapi. Ada sebagian orang yang memang tidak seberuntung "pecinta alam" yang pernah mendapat edukasi, diklat2 dan pelatihan2 tentang gunung. Namun bukan berarti juga yang belum mendapat edukasi, diklat2 dan pelatihan2 tidak boleh mendaki gunung kan??

Mengakui kita semua bersaudara adalah sensasi yang menentramkan sebuah pendakian, memperbanyak saudara tanpa harus memikirkan istilah kalangan dan golongan disaat tanah yang dipijak adalah sama.

Akankah sangat lebih baik jika saling menguntungkan satu sama lain, mengingatkan satu sama lain, saling membantu satu sama lain, saling berbagi pengetahuan satu sama lain, saling me nasehati satu sama lain serta saling mengarahkan satu sama lain jika bertemu dengan pendaki yang belum paham akan pendakian itu sendiri . Karena dalam mendaki gunung banyak hal yang lebih bermanfaat daripada saling menghujat tentang dari golongan mana dan dari kalangan mana.

Ketika didalam pendakian, tempat teraman dan ternyaman jika terjadi kemungkinan terburuk adalah mereka yang bukan siapa-siapa karena merka yang paling dekat dengan kita. Bukan lagi orang tua yang ataupun sanak saudara yang jauh disana. Berbaik-baiklah kepada sesama pendaki, bisa saja kalian sangat membutuhkan uluran tangan mereka.

Jadi tentang golongan dan kalangan, Gunung tidak peduli itu!

Instagram = @ingus_228 






Berita Terkait


Derita Para Petani Salingka Gunung Talang Terkait Konflik Mega Proyek PLTPB Geothermal
Predator Sebagai Penunjang Ekosistem
Mapala Satria UMP Siap Gelar Talk Show Dampak Mega Proyek PLTPB Terhadap Hutan Lindung Gunung Slamet
Pemutaran Film dan Diskusi Asimteris Dalam Rangka Memperingati Hari Bumi Se-Dunia
End Plastic Pollution, Tema Peringatan Hari Bumi Se-Dunia



IP Anda Adalah: 54.196.42.8

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2882397)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47411)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (45210)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (34149)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (34058)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (31247)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30733)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30504)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (26944)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (26243)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24677)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22952)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (21200)

Sukses Gelar Try Out 1 Tim Ekspedisi Soedirman Semakin Dekat Dengan Pendakian Ke Aconcagua

Persiapan menuju Astacala Telkom University Expedition (ATEX) 2018

TARANTULA ADVENTURE Adakan Pengabdian Masyarakat di Jembatan Edukasi Siluk

Mapala Satria UM Purwokerto Siap Gelar Kompetisi Panjat Dinding Se-Jawa Bali Sumatra 2018

Buka Bersama dan Talkshow "Kompetensi dan Sertifikasi dalam Bidang Pecinta Alam"

GEMAPALA BBC Cirebon Akan Menggelar Festival Ramadhan 2018

GUNUNG BUKAN MILIK KALANGAN DAN GOLONGAN.

Derita Para Petani Salingka Gunung Talang Terkait Konflik Mega Proyek PLTPB Geothermal

Dua Srikandi Gapai Puncak Gunung Tertinggi Dunia di Everest, Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia

Predator Sebagai Penunjang Ekosistem

Jelang Ramadhan, PMPA KOMPOS FP UNS Gelar Donor Darah

Indofest 2018 Jakarta Telah Mulai Dibuka, Pagelaran Festival Outdoor Terbesar di Indonesia

Tim Putri Indonesia asal Mahitala Unpar Bandung Menunggu Waktu Menuju Puncak Everest